LCG Jukebox

| 1 Komentar »
LCG Jukebox adalah salah satu music player bagi ponsel symbian. Setiap music player memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ultra MP3 misalnya memiliki banyak pilihan skin sehingga tampilannya menarik. Umumnya tiap ponsel sudah memiliki music player sendiri, namun tampilannya masih sederhana.
Anda dapat mencoba LCG Jukebox untuk memainkan lagu kesukaan Anda. Kelebihan yang ditawarkan, Anda bisa memainkan lagu sambil menampilkan lirik lagu di layar hp. Jadi, bisa karaoke.......

Kelebihan lain yang ditawarkan yaitu:
- Kualitas suara yang bagus
- Bisa memainkan file berformat MP3 dan Ogg
- Cötrol volume hingga 100 level
- Sleep timer untuk mengatur lamanya memainkan musik
- 10 band equalizer
- Warna background yang bisa diubah-ubah

Untuk bisa menampilkan lirik, maka harus ada file lirik yg ditempatkan satu folder dengan lagu dan harus memiliki nama file yg sama tapi extensinya berbeda. File lagu extensinya .mp3 sedangkan file lirik extensinya .lrc
Contoh:
File lagu= I Wanna Be Your Man.mp3
File lirik=  I Wanna Be Your Man.lrc
Kedua file ini harus ditempatkan dalam satu folder di memori hp Anda.

Diperlukan software Lyric Editor untuk membuat file lirik. Cari lirik melalui browsing lalu buat liriknya dengan Lyric Editor yang berasosiasi dengan Winamp. Sesuaikan kode waktu track dengan lirik agar nantinya lirik yang tampil akan pas dengan lagunya.

Download LCG JukeBox crack
Download 1
Download 2



Download Lyric Editor

Pilih Narkoba: Penjara atau Mati!

| 3 Komentar »
Pilih Narkoba : Penjara atau Mati !


Narkoba (
Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) semakin banyak penggunanya. Kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia meningkat tajam. Dalam lima tahun terakhir jumlah kasus tindak pidana narkoba di Indonesia rata-rata naik 51, 3 persen atau bertambah sekitar 3.100 kasus per tahun. Kaum remaja yang paling banyak menyalahgunakan narkoba. Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan narkoba bukan untuk maksud pengobatan, tetapi agar dapat menikmati pengaruhnya. Orang yang menggunaka narkoba hanya menhadapi dua pilihan: masuk penjara atau mati karena sakaw.


Para pengguna NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) dikenal dengan perilaku seks resiko tinggi, mereka mau melakukan hubungan seksual demi mendapatkan zat atau uang untuk membeli zat. Akibatnya banyak penyakit menular yang diperoleh. juga pengguna NAPZA yang mengunakan jarum suntik secara bersama - sama membuat angka penularan HIV / AIDS semakin meningkat. Penyakit HIV / AIDS menular melalui jarum suntik dan hubungan seksual . Penyakit Menular Seksual yang terjadi adalah : kencing nanah ( GO ), raja singa ( Siphilis), dan lain-lain. Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.

Kalangan remaja yang paling sering terjerat narkoba. Remaja yang pada dasarnya memiliki predisposisi kondisi mental psikopat, artinya dari sejak usia 10-11 tahun sudah melakukan perjalanan jauh sendiri tanpa direncanakan, sering ”kabur” dari rumah, pergi tanpa pamit, menghamburkan uang saku, dan biasanya mendapat uang itu sebagai hasil curian. Manakala uang habis, ia akan kembali ke rumah dengan air muka seolah tidak bersalah. Anak yang mulai terpengaruh pergaulan buruk narkoba selalu butuh uang karena harus membeli obat-obatan tersebut. Terdesaknya kebutuhan untuk memeroleh uang, membuat mereka jadi pembohong. Sehingga permintaan uang untuk berbagai hal lebih meningkat dari biasanya. Awalnya hanya mencoba-coba mengonsumsi narkoba lalu diakhiri dengan penyesalan, penjara, atau kematian. Teman yang mau nawarin narkoba biasanya ngomong gini “ ah, loe gak gaul klo gak make!” wah siapa bilang. Justru di usia yang masih muda kita bisa berlomba-lomba mengejar prestasi yang gemilang tanpa narkoba. Sejak dini kita harus membekali diri sendiri dengan iman serta prinsip yang kuat. Ini merupakan tameng untuk menghadapi berbagai “demons” yang harus kita hadapi di luar sana, temasuk narkoba.

Kita harus memiliki sasaran bahwa manusia Indonesia harus hidup sehat yaitu hidup yang sesuai norma dan mampu menjaga tubuh secara optimal dengan tidak mengotorinya dengan berbagai zat yang dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dan berdampak negative.
Semua itu dapat di raih dan kita dapat persembahkan kepada bumi pertiwi dengan hanya melalui satu jalan yaitu jauhkan diri dari Narkoba. Akibat penyalahgunaan narkoba tidak hanya pada pelakunya akan tetapi juga akan menimbulkan beban psikologis, sosial dan ekonomi bagai orang tua serta keluarganya, maupun terhadap perekonomian nasional.

Let’s make better future without drugs....

HERO LIES IN YOU

| 7 Komentar »

Baca sampai habis lalu beri komentar. Terima kasih!

Ibu Rabiah sang Suster Apung

Jumat, 11 Juli 2008, saya menonton acara Kick Andy secara Off Air yang diadakan di Baruga A.P Pettarani Universitas Hasanuddin, Makassar. Acara ini bertajuk “Indahnya berbagi” yang menampilkan host acara Andy F. Nova serta para narasumber termasuk Andrea Hirata, penulis muda yang sedang naik dan berkat tetralogi novelnya: Laskar pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Narasumber lainnya yaitu Dwi Krismawan serta Ibu Rabiah sang “Suster Apung”.

Kali ini saya ingin membahas perjuangan serta kegigihan Ibu Rabiah sebagai tenaga medis dalam melayani pasien di kepulauan Sapuka, Laut Flores. Beliau dijuluki “Suster Apung” karena harus melayani pasien dari pulau ke pulau dengan menggunakan perahu tradisional. Tampil sederhana, beliau bercerita bahwa setiap hari dia harus menerjang ombak berjam-jam lamanya dengan perahu tradisional untuk melayani pasien dari pulau ke pulau. Pagi hari berangkat sampainya malam hari. Pengorbanan yang dia lakukan sungguh luar biasa. Tak banyak orang seperti dia. Siapa yang tidak takut menerjang ombak dengan perahu tradisional yang sewaktu-waktu bisa terbalik karena hantaman ombak. Apalagi di Laut Flores terkenal karena ombaknya yang tinggi. Pernah suatu kali perahu yang dia tumpangi terbalik terkena terjangan ombak. Ibu Rabiah beserta penumpang lain terdampar di Pulau Karang tak berpenghuni selama 7 hari. Segala upaya dia lakukan untuk bertahan dan selamat dari pulau itu. Saat mulai putus asa, dia mengambil beberapa tempurung kura-kura. Di atasnya tempurung kura-kura itu dia menulis pesan dengan menggunakan besi yang dipanaskan yang isinya “Pelita Jaya terdampar sejak 6 Maret 1997 di Karangan Kapas”, lalu dihanyutkan di laut. Keajaiban datang. Seorang nelayan menemukan pesan tersebut dan melaporkannya ke kantor polisi. Akhirnya mereka semua bisa diselamatkan. Alhamdulillah. Ibu Rabiah memang tegar. Tubuhnya yang kurus terlihat sudah biasa menghadapi angin laut serta ganasnya ombak.

Kisah Ibu Rabiah pertama kali ditayangkan pada film dokumenter yang berjudul Suster Apung. Film ini berhasil menyabet 3 penghargaan Eagle Awards yang dilaksanakan Metro TV.

Ibu Rabiah dan Keluarga
Ibu Rabiah memiliki 4 orang anak. Suaminya sudah meninggal tahun 1990 saat berkantor di Puskesmas Liukang Tangaya di Pulau Sapuka, Kabupaten Pangkep (Pangkajene dan Kepulauan), Sulawesi Selatan. Saat suaminya meninggal, sebenarnya dia berniat meninggalkan pulau. Tapi masyrakat sangat mengharapkannya karena tenaga medis hanya sedikit di sana. Dia terpaksa harus meninggalkan anak-anaknya demi melayani para pasien di seberang pulau. Bahkan anaknya yang bungsu sudah dia tinggalkan sejak berumur tiga bulan. Sungguh pengorbanan yang luar biasa. Ibu mana yang tidak ingin meninggalkan buah hatinya pada umur tiga bulan. Tapi Ibu Rabiah tetap melakukannya karena didorong oleh rasa kemanusiaan yang besar.

Pengalaman Ibu Rabiah
Sebenarnya tanggung jawab Ibu Rabiah hanya terbatas sebagai suster. Tapi keadaan yang memaksa dia harus menjadi serba bisa. Pernah suatu ketika saat menjadi bidan, plasenta bayi tertinggal. “Tapi untung Ibu dan bayinya selamat”, ujarnya. Seringkali ada orang dari seberang pulau yang datang tengah malam menjemput Ibu Rabiah untuk melayani pasien di seberang pulau. Orang-orang tersebut sangat menghormati Ibu Rabiah. Bahkan tidak membiarkan ujung celananya basah sedikit pun Karena air laut. Hal ini membuat hati Ibu Rabiah miris dan sekaligus membuktikan bahwa tenaganya benar-benar dibutuhkan oleh penduduk. Dia bertekad untuk melayani pasien-pasien di kepulauan Sapuka yang mencapai 30 kepulauan yang berbeda. Hingga kini dia telah mengabdi selama 30 Tahun. Sudah separuh hidupnya dia telah mengabdi pada masyarakat di sana. Sungguh luar biasa.

Suatu ketika dia dihadapkan pada pilihan dilematis. Seorang pasien yang sedang sekarat membutuhkan cairan infus tetapi stok di sana sudah kadaluwarsa. Berkali-kali Ibu Rabiah meyakinkan bahwa cairan tersebut sudah tidak layak pakai. Tetapi cairan infuse itu masih jernih. Karena situasi yang sudah mendesak, akhirnya dia memberikan cairan infus kepada pasien. Jika tidak diberikan, pasien bisa saja meninggal. Selain itu dia bisa terkena malprkatek karena kapasitasnya hanya sebagai seorang perawat. Tapi Alhamdulillah pasien itu selamat dan masih hidup sampai sekarang. Sekali lagi keajaiban menyertai Ibu Rabiah.

Terkendala Sarana Transportasi

Saat Ibu Rabiah muncul On Air di Acara Kick Andy, Andy F. Nova menuturkan bahwa jika Presiden dan Bapak Wakil Presiden menonton acara ini, maka apa yang akan diminta Ibu Rabiah. Dengan lugu serta logat makassarnya yang kental dia mengatakan mengharapkan bantuan alat transportasi. Ternyata Bapak Wakil Presiden Jusuf kalla menonton pada saat itu. Keesokan harinya Beliau memanggil Andy untuk menawarkan bantuan kepada Ibu Rabiah. Saat Jusuf Kalla bertanya “Berapa biaya yang dibutuhkan? Apakah cukup jika saya memberimu 200 juta?” dengan lantang Ibu Rabiah berkata bahwa Insya Allah cukup. Hanya dengan 100 Juta lebih dia membeli sebuah speed boat. Saat ditanya oleh Andy, sisa uangnya digunakan buat apa. Dengan lugu dia mengatakan bahwa sisanya digunakan untuk membeli sembako lalu dijual ke penduduk dengan harga wajar,. Hal itu kontan disambut tawa penonton. Walah bukan “Suster Apung” namanya tapi “Suster dagang”, he3x…. selain itu, dia menarik biaya bagi orang yang mau menumpang perahunya. Katanya uang itu digunakan untuk biaya operasional.


Ibu Rabiah dan Realitas
Dari uraian panjang di atas, timbul sebuah pertanyaan. Apakah tidak ada tenaga medis ahli selain Ibu Rabiah yang mampu melayani pasien di sana.Ibu Rabiah menuturkan bahwa 60% para mahasiswa yang dikirim ke Pulau pura-pura mabok laut. Sisanya 40 % mabok beneran. Para penonton tertawa saat mendengarnya. Para mahasiswa tersebut ogah-ogahan ditempatkan dipulau. Mentalnya lembek serta gengsinya tinggi sekali.Lalu siapa yang akan melayani penduduk Pulau yang sulit dijangkau di luar sana? Akankah Cuma Ibu Rabiah seorang? Lalu siapa yang akan menggantikan Ibu Rabiah kelak? Saat seorang gadis cilik ditanya, “ mau jadi apa setelah besar nanti?” sebagian besar menjawab akan menjadi suster karena dapat menolong masyarakat. Berbagai sekolah keperawatan menjamur di makassar, menghasilkan lulusan-lulusan siap menhadapi dunia kerja. Namun siapa yang akan menyangka bahwa kelak dia akan melayani pasien di sebuah pulau yang harus dijangkau dengan menerjang ombak.

Kesimpulan

Dari uraian panjang di atas, saya dapat menarik kesimpulan bahwa ternyata masih ada daerah yang kekurangan tenaga medis di Nusantara kita. Hal itu harus menjadi perhatian khusu pemerintah. Kehadiran Ibu Rabiah dapat menyadarkan kita bahwa sebenarnya kita juga bisa seperti dia. Apapun yang menjadi tanggung jawab kita, harus di mulai dalam diri kita. Kita berkomitmen untuk harus mampu melakukan tanggung jawab dengan ikhlas sepenuh hati. Memberikan bantuan tanpa pamrih kepada masyarakat yang membutuhkan. Jangan katakan bahwa kita tidak mampu sebelum mencoba. Gunakan potensi dalam diri kita untuk mengabdi kepada bangsa dan Negara, seperti yang dilakukan Ibu Rabiah. Anda tentunya ingin Bangsa kita maju bukan?


Always remember that a hero lies in you........